sajak oleh m. aan mansyur
/po�sie/puisi/poems/: surat cinta buat sebuah kota
dari lembar-lembar gambar
yang engkau sebut kabar
aku menemukanmu kurus
tak terurus
di tubuhmu telah berdatangan para kota
mereka mengisapmu bagai hantu
di dongeng-dongeng
padahal aku rindu perihal hujan rintik
dan kita berlari-lari mencari terik
maukah engkau berhenti mengirim dusta?
aku paham sungguh-sungguh
bebau aspal dan beton-beton
tak akan menyerupai
aroma tubuhmu dulu
wangi tanah basah itu
laut tumpah ke jalan raya,
pekarangan dan benteng tua
kecuali rumah-rumah orang kaya
tak ada lagi ruang segubuk
dan kita saling berdekap-peluk
sembunyi dari dingin cuaca buruk
tak ada lagi tawa riuh
dan kita saling melilit utuh
menghangatkan berahi tubuh
masih engkau ingatkah bahwa pulang
menyembuhkan penantian yang menjulang?
semua sudah tahu, cinta kita:
losari, perahu nelayan dan matahari sore hari
kini tinggal lukisan palsu di kartu pos
dikirim orang tak dikenal dari kejauhan
lalu orang-orang berangkat
mengangkat duka-luka di punggung
dan kenangan kita yang jadi dermaga renta
tak pernah mampu mencegahnya
lalu orang-orang berbicara
dengan musim sedih di mata
dan harapan kita beku jadi patung taman kota
tak pernah pula sanggup menghiburnya
dan darimana anak-anak belajar
mengekalkan suci kenangan
dengan menulisnya jadi nama jalan?
jika kabar ini tiba di alamatmu
buatlah waktu untuk datang sejenak
berziarah di segala makam di halaman
posted by pecandubuku 11:51 PM




0 comments:
Post a Comment