Spiga

Loading...

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog

crew melancong yuk - nila tanzil

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog....

semuanya terhubung ketika Malaysia Tourism Board mengundang 190 jurnalis dari berbagai negara untuk untuk meyaksikan pembukaan Floral Festival 2007 yang merupakan bagian dari program Visit Malaysia 2007. Nila Tanzil, presenter Melancong Yuk, beserta timnya yang mewakili SCTV mendapat beberapa hambatan saat akan melaksanakan tugasnya, dan merasa kecewa dengan tanggapan pihak pemerintah Malaysia (MTB). Nila lalu menuliskan perjalananannya itu di blog pribadinya dan di blog maverick.

tampaknya perwakilan MTB di indonesia dan SCTV merasa tidak senang dengan tulisan Nina itu, hingga akhirnya nina pun di suspend dari pekerjaannya sebagai presenter.....

Masalah tak berakhir disini, selanjutnya ndoro kakung menuliskan Corong Pecas Ndahe yang lalu dikuti dengan Wicaksono yang menuliskan Blog vs TV Swasta, tulisan itu lalu disusul oleh Ong Hock Chuan seorang blogger Malaysia yang tinggal di Jakarta, yang menuliskan Chronology of how an issue begins? dan Malaysian Tourism Board and the Indonesian blogger yang akhirnya masalah ini dibahas oleh Wong Chun Wai dalam Reporter’s red tape nightmare

tulisan Wong Chun Wai lalu dimuat di The Star Online, situs sebuah koran Malaysia... dimana akhirnya masalah ini menjadi besar (tapi belum berakhir) di Malaysia dan diketahui oleh banyak orang...

Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister
disinilah muncul nama Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister. Dia mengatakan kalau blogger itu pembohong, ditambah lagi dia menyatakan bahwa dari 10.000 blogger yang pengangguran, 8.000 diantaranya adalah wanita. dan untuk menambah masalah, dia mengeluarkan pernyataan itu tepat pada International Women's Day! entah apakah dia sadar dampak yang akan dihasilkan pernyataannya itu...

banyak pertanyaan yang timbul dari kejadian ini...
tentang tugas jurnalistik, tentang resiko, etika, dan kekuatan tulisan di blog, tentang tanggungjawab, tentang feminisme, red tape, nasionalisme, kebebasan dan tentang kata-kata!
terlalu banyak....

2 comments:

  fatima

March 14, 2007 11:32 PM

"banyak pertanyaan yang timbul dari kejadian ini...
tentang tugas jurnalistik, tentang resiko, etika, dan kekuatan tulisan di blog, tentang tanggungjawab, tentang feminisme, red tape, nasionalisme, kebebasan dan tentang kata-kata!"

Pertanyaan diatas harusnya dengan mudah dijawab.

Semua orang yang membaca tulisan Nila Tanzil di Maverick's Blog, pasti menduga bahwa Nila adalah "Programmer" dari acara travelling tersebut.
SALAH BESAR!

Nila hanya seorang presenter - bukan journalist - sementara yang dikontrak selama 6 bulan. Tugasnya di acara tersebut hanya berbicara didepan camera, dengan script yang dibuat oleh Produser. Cerita semuanya dirangkai oleh Produser.

Menurut saya, Nila shock dan terkejut, saat kru mendapat kesulitan ketika akan mengcover tempat tempat yang diduga interested. Namun bagi kru lainnya peristiwa yang berlaku adalah hal yang sudah sering ditemui saat mengcover sebuah acara.
Nila tidak lapang hatinya, diperbuat seperti itu, karena tidak punya habit sebagai journalist, lalu dia membalasnya dengan tulisan di blog. Journalist tidak akan melakukan itu.

Sangat penting dari semua ini adalah, peristiwa ini dimulai akibat kesalahan staff Malaysia Tourism Board yang adalah orang Indon, dan tidak punya pengalaman di Malay.

Lalu adakah yang bertanya kepada 190 journalist yang diundang juga ke Malay? Adakah mereka complain seperti Nila?
So? Silah berpikir sendiri.

Fatima

  SRE

March 27, 2007 2:51 AM

In spite of what happened, Tengku Adnan shouldn't said “All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women.”
For me this statement is very sexist and judging so easily. What kind of minister said something like that?