11 March 2007
Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog

Nila Tanzil, Tengku Adnan, Jurnalisme, & Blog....
semuanya terhubung ketika Malaysia Tourism Board mengundang 190 jurnalis dari berbagai negara untuk untuk meyaksikan pembukaan Floral Festival 2007 yang merupakan bagian dari program Visit Malaysia 2007. Nila Tanzil, presenter Melancong Yuk, beserta timnya yang mewakili SCTV mendapat beberapa hambatan saat akan melaksanakan tugasnya, dan merasa kecewa dengan tanggapan pihak pemerintah Malaysia (MTB). Nila lalu menuliskan perjalananannya itu di blog pribadinya dan di blog maverick.
tampaknya perwakilan MTB di indonesia dan SCTV merasa tidak senang dengan tulisan Nina itu, hingga akhirnya nina pun di suspend dari pekerjaannya sebagai presenter.....
Masalah tak berakhir disini, selanjutnya ndoro kakung menuliskan Corong Pecas Ndahe yang lalu dikuti dengan Wicaksono yang menuliskan Blog vs TV Swasta, tulisan itu lalu disusul oleh Ong Hock Chuan seorang blogger Malaysia yang tinggal di Jakarta, yang menuliskan Chronology of how an issue begins? dan Malaysian Tourism Board and the Indonesian blogger yang akhirnya masalah ini dibahas oleh Wong Chun Wai dalam Reporter’s red tape nightmare
tulisan Wong Chun Wai lalu dimuat di The Star Online, situs sebuah koran Malaysia... dimana akhirnya masalah ini menjadi besar (tapi belum berakhir) di Malaysia dan diketahui oleh banyak orang...
disinilah muncul nama Tengku Adnan, Malaysia Tourism Minister. Dia mengatakan kalau blogger itu pembohong, ditambah lagi dia menyatakan bahwa dari 10.000 blogger yang pengangguran, 8.000 diantaranya adalah wanita. dan untuk menambah masalah, dia mengeluarkan pernyataan itu tepat pada International Women's Day! entah apakah dia sadar dampak yang akan dihasilkan pernyataannya itu...
banyak pertanyaan yang timbul dari kejadian ini...
tentang tugas jurnalistik, tentang resiko, etika, dan kekuatan tulisan di blog, tentang tanggungjawab, tentang feminisme, red tape, nasionalisme, kebebasan dan tentang kata-kata!
terlalu banyak....




No comments yet