Spiga

Loading...

entah apa doaku untukmu

conception_by_SubterfugeMalaises
rasanya tak percaya kau tak ingat lagi dengan duka itu, duka yang kemarin membuatmu terkapar tanpa daya tenggelam dalam kemarahan dan tanya...

maafkan aku yang tak lagi mengenali dirimu, atau mungkin seperti yang pernah kau katakan bahwa aku memang belum pernah mengenalmu, tapi jujur harus kuakui aku terkejut melihat dan mendengar sepak terjangmu. apa sebenarnya yang kau pikirkan?

soon after ppkas xxv

ppkas_xxv_1
ppkas xxv yang baru saja berlalu bisa dikatakan berjalan dengan lancar, karena tak ada masalah yang berarti yang terjadi walaupun tak ada juga sesuatu yang istimewa....
sampai sekarang saya belum bisa menyelesaikan catatan-catatanku tentang pengkaderan ini karena memang saya belum bisa memastikan apa yang saya rasakan, ada begitu banyak kisah dan rasa yang ingin saya sampaikan....
ada nostalgia, ada harapan, kekecewaan, tapi yang utama ada rasa sedih, rasa kehilangan...
entah kehilangan apa!

permainan lama?

kata sahabatku aku terlalu mudah terjatuh dalam jebakan wanita, permainan kata-kata yang membuatku tertunduk dan menurut, tarik-ulur yang seharusnya kumainkan, katanya aku harus menahan diri, sedikit bertahan dan menunggu, tetap bersikap seperti layaknya seorang laki-laki!

bersabarlah sedikit lagi

bersabarlah sedikit lagi......
karena dia mungkin tidak tahu.
bersabarlah sedikit lagi.....
karena dia mungkin tidak mengerti.
bersabarlah sedikit lagi......
karena dia mungkin tidak ingin.

bouncing heart...

bertahan tanpa prasangka, tanpa keinginan, tanpa keharusan?

tapi tetap saja sepotong kalimat yang dia sampaikan terasa sejuk,
membangkitkan seribu tanya, seribu asa, dan seribu kemungkinan!

mungkin malam ini tidurku akan nyenyak......

dua wanita yang berbeda namun sama

there is a presence by Sue Anna Joe


dalam beberapa hari saja, beberapa peristiwa yang terjadi benar-benar membuatku banyak belajar....
hanya dalam beberapa hari saya mempelajari hal-hal tentang dua wanita yang berbeda namun sama!

wanita pertama adalah Dia yang beberapa tahun lalu pernah mempunyai mimpi yang sama denganku, Dia yang pernah mendampingiku dan memberiku tujuan hidup, Dia yang baru saja memasuki kehidupan baru bersama lelaki pilihannya..... saya belajar untuk melupakannya, awalnya berat tapi perlahan saya mulai bisa melanjutkan kehidupan ini......

wanita kedua adalah Ia yang kini mengganggu malam-malamku dengan mimpi dan harapan untuk bersama, Ia yang tidak menyambut tanda-tanda yang kuberikan padanya, Ia yang kukira sudah berhasil kulupakan...

Ia yang semalam datang disampingku dalam keadaan tidak sadar, terluka dan begitu rapuh. keadaan yang sangat menyedihkan untuk dilihat, bukan hanya bagiku tapi bagi orang lain yang melihatnya saat itu. Ia yang biasanya ceria dan penuh energi datang dalam keadaan berbeda, begitu lemah, dan tanpa cahaya kehidupan.
malam itu saya belajar tentang perasaanku yang sebenarnya, tentang kebohongan yang kujalani selama ini, saya belajar bahwa perasaanku belum berubah dan saya masih bersedia untuk menanti beberapa waktu......

persamaan antara Dia dan Ia hanyalah beberapa tahun lalu Dia juga pernah datang disampingku dalam keadaan yang sama dengan Ia semalam. dan seperti semalam, saya juga tak tahu harus berbuat apa, saya hanya bisa diam, menemani, dan menunggu mereka sadar.

beberapa tahun lalu saya tidak mengerti alasan sampai Dia bisa seperti itu, semalam pun saya masih tetap tidak mengerti alasan Ia melakukan yang telah Ia lakukan. apapun alasan Dia dan Ia, saya merasa tidak berhak untuk melarang karena saya merasa itu adalah bagian dari hidup mereka dimana saya tidak mempunyai hak, saya bukan bagian (yang cukup penting) dalam kehidupan yang mereka pilih untuk dijalani. tapi tetap saja pedih rasanya melihat keadaan seperti itu.

beberapa tahun lalu, saya hanya membiarkan Dia tetap menjalani kehidupan yang Dia pilih kemudian berlalu memisahkan diri dan berlalu dari kehidupannya sambil berharap dia menemukan orang yang tepat yang dapat membimbingnya. syukurlah kini doa itu sudah terkabul, dan rasa sesal karena tak berbuat apa-apa untuk menolongnya akhirnya bisa terhapuskan......

apakah kali ini saya akan berbuat hal yang sama terhadap Ia? Ia masih begitu muda dan perjalanannya masih panjang, menunggu waktu dan takdir bergerak rasanya terlalu kejam. rasa sesal yang akan muncul tidak tertanggungkan dalam keadaanku yang sekarang. berbuat sesuatu tetap lebih baik daripada hanya menunggu!

walau perasaanku pada Ia dikesampingkan saya masih mempunyai alasan-alasan lain yang membuatku tidak bisa lepas tangan begitu saja, seorang kakak tidak pantas membiarkan adiknya seperti itu, seorang lelaki tidak pantas membiarkan wanita yang memerlukan bantuan (walaupun Ia tidak mengakui butuh bantuan atau tidak mau dibantu). apalah arti alasan dalam kondisi seperti ini? betapa mudah menemukan alasan-alasan demi suatu keinginan?

ps: women! please, drinking is not good for you......

thanks, forgive and forget...

_NoThiN9FucK,,
kau katakan terima kasih atas apa yang kulakukan,
lalu kau katakan maaf atas apa yang kau lakukan,
kemudian kau minta aku untuk melupakan semuanya!

seandainya semudah itu...

semoga kau bahagia! bersamanya...

Plato's Cave by David J. Nightingale
beberapa jam lagi pagi menjelang, dan ia akan bersiap untuk melakukan upacara yang akan mengikatnya dengan lelaki pilihannya. Akad nikah akan diadakan dirumahnya, sekitar pukul 10 pagi. mungkin saat ini rumahnya sudah penuh dengan hiasan-hiasan untuk upacara sakral itu, tapi mungkin juga masih berantakan sisa-sisa upacara mapacci'(sejenis upacara pemberian restu dan doa untuk mempelai wanita dari keluarga dan kerabatnya dalam adat bugis-makassar) semalam, entahlah! beberapa tahun lalu kami pernah begitu dekat, tak lama memang, tapi cukup dalam terpatri. kami berpisah tanpa ada kejelasan, beberapa pertengkaran kecil, menunjukkan perbedaan kehidupan kita ternyata cukup besar, setidaknya mampu memisahkan kita yang sama-sama tak mau berubah. sebagaimana setiap perpisahan, yang satu itu terasa menyakitkan, dan untuk beberapa waktu kehidupan terasa lamban dan suram! setelah itu rasa kecewa dan marah datang menggantikan kesedihan, dari emosi itu kupelajari bahwa hidup memang harus berubah dan tak bisa dibiarkan stagnan. selain itu juga kusadari beberapa fakta pahit tentang kehidupan, walaupun berat namun kuakui bahwa uang dan penampilan memainkan peranan penting dalam menjalin suatu hubungan. memang tidak semua hubungan harus seperti itu, tapi lihatlah sekeliling dan amti dengan teliti dan jujur orang-orang seperti apa yang ada di sekitar kita, atau mungkin lebih tepatnya, sudah seperti apa dunia yang kita tinggali ini? tapi sudahlah, tak ada gunanya bernostalgia saat ini. lebih bijak rasanya untuk pulang beristirahat, menata ulang pikiran dan perasaanku lalu bersiap untuk menghadiri akad nikahnya, karena dia sudah memutuskan dan hanya kepercayaan dan doa untuk kebahagiaannya yang bisa kuberikan saat ini... selamat memasuki hidup baru, selamat mengakhiri masa-masa penuh ketidakpastian, semoga kau bahagia.

masih tentang makanan

ada yang berubah dalam kebiasaan makan ku.....
sekarang saya sangat pemilih dalam hal makanan, sering merasa lapar tapi enggan untuk makan!
enggan bukan karena tak suka, hanya saja bingung mau makan apa...
kalau dulu sekedar mi instan pun cukup untuk mengganjal perut maka sekarang tak ada artinya lagi. terkadang ingin memakan makanan mahal (makanan yang dijual di tempat selain warung, seperti rumah makan & restoran) tapi tak ada juga yang membangkitkan selera!
jenis makanan apa yang mungkin bisa memuaskan perut dalam keadaan seperti ini ya?
kapan saya bisa gemuk?

Sudoku Puzzles

TwitterSearch