
dalam beberapa hari saja, beberapa peristiwa yang terjadi benar-benar membuatku banyak belajar....
hanya dalam beberapa hari saya mempelajari hal-hal tentang dua wanita yang berbeda namun sama!
wanita pertama adalah Dia yang beberapa tahun lalu pernah mempunyai mimpi yang sama denganku, Dia yang pernah mendampingiku dan memberiku tujuan hidup, Dia yang baru saja memasuki kehidupan baru bersama lelaki pilihannya..... saya belajar untuk melupakannya, awalnya berat tapi perlahan saya mulai bisa melanjutkan kehidupan ini......
wanita kedua adalah Ia yang kini mengganggu malam-malamku dengan mimpi dan harapan untuk bersama, Ia yang tidak menyambut tanda-tanda yang kuberikan padanya, Ia yang kukira sudah berhasil kulupakan...
Ia yang semalam datang disampingku dalam keadaan tidak sadar, terluka dan begitu rapuh. keadaan yang sangat menyedihkan untuk dilihat, bukan hanya bagiku tapi bagi orang lain yang melihatnya saat itu. Ia yang biasanya ceria dan penuh energi datang dalam keadaan berbeda, begitu lemah, dan tanpa cahaya kehidupan.
malam itu saya belajar tentang perasaanku yang sebenarnya, tentang kebohongan yang kujalani selama ini, saya belajar bahwa perasaanku belum berubah dan saya masih bersedia untuk menanti beberapa waktu......
persamaan antara Dia dan Ia hanyalah beberapa tahun lalu Dia juga pernah datang disampingku dalam keadaan yang sama dengan Ia semalam. dan seperti semalam, saya juga tak tahu harus berbuat apa, saya hanya bisa diam, menemani, dan menunggu mereka sadar.
beberapa tahun lalu saya tidak mengerti alasan sampai Dia bisa seperti itu, semalam pun saya masih tetap tidak mengerti alasan Ia melakukan yang telah Ia lakukan. apapun alasan Dia dan Ia, saya merasa tidak berhak untuk melarang karena saya merasa itu adalah bagian dari hidup mereka dimana saya tidak mempunyai hak, saya bukan bagian (yang cukup penting) dalam kehidupan yang mereka pilih untuk dijalani. tapi tetap saja pedih rasanya melihat keadaan seperti itu.
beberapa tahun lalu, saya hanya membiarkan Dia tetap menjalani kehidupan yang Dia pilih kemudian berlalu memisahkan diri dan berlalu dari kehidupannya sambil berharap dia menemukan orang yang tepat yang dapat membimbingnya. syukurlah kini doa itu sudah terkabul, dan rasa sesal karena tak berbuat apa-apa untuk menolongnya akhirnya bisa terhapuskan......
apakah kali ini saya akan berbuat hal yang sama terhadap Ia? Ia masih begitu muda dan perjalanannya masih panjang, menunggu waktu dan takdir bergerak rasanya terlalu kejam. rasa sesal yang akan muncul tidak tertanggungkan dalam keadaanku yang sekarang. berbuat sesuatu tetap lebih baik daripada hanya menunggu!
walau perasaanku pada Ia dikesampingkan saya masih mempunyai alasan-alasan lain yang membuatku tidak bisa lepas tangan begitu saja, seorang kakak tidak pantas membiarkan adiknya seperti itu, seorang lelaki tidak pantas membiarkan wanita yang memerlukan bantuan (walaupun Ia tidak mengakui butuh bantuan atau tidak mau dibantu). apalah arti alasan dalam kondisi seperti ini? betapa mudah menemukan alasan-alasan demi suatu keinginan?
ps: women! please, drinking is not good for you......